Lacofest Stimulus Ekonomi Lampung

Fajar Sumatera—Hajat akbar Lampung Coffee Festival (Lacofest) pada 7-8 Desember 2016 mendatang di Mall Boemi Kedaton Bandarlampung dinilai tak hanya mengenalkan kopi Lampung secara luas, namun juga turut mendongkrak ekonomi sang bumi ruwa jurai.

Pengamat ekonomi, Asrian Hendi Caya bilang, ditengah kondisi ekonomi global yang menurun saat ini, program jangka pendek seperti even Lacofest bisa menstimulan ekonomi di Provinsi Lampung. Meski berupa program jangka pendek namun efeknya bisa jangka panjang.

“Artinya bisa meningkatkan roda ekonomi. Untuk meningkatkan ekspor mungkin bisa, tetapi ini lebih kepada menggerakan ekonomi saja. Karena even Lacofest ini sifatnya konsumtif, tetapi dalam jangka panjang ada dampak citra tentang kopi Lampung dan bisa mendorong hal-hal yang terkait komoditas, khususnya kopi,” kata Asrian, Senin (21/11).

Ajang lacofest bisa membangun tren meminum kopi di kalangan masyarakat sehingga turut mendongkrak tingkat konsumsi kopi dan mendorong penjualan disamping kegiatan ekspor.

“Lacofest salah satu upaya untuk memperluas tren meminum kopi dan penjualan selain ekspor. Tren kopi ini bagus, karena di tingkat nasional gejala pertumbuhan ekonomi yang menurun, Lampung tetap bisa positif. Mudah-mudahan kedepan kenaikan bisa semakin nyata dan besar,” ungkapnya.

Asrian menilai, gejolak ekonomi global turut mempengaruhi tingkat ekspor berbagai komoditas yang rata-rata mengalami penurunan baik dari sisi nilai dan jumlah ekspor serta harga jual komoditas.

“Karena itu program jangka pendek harus digerakan. Lampung termasuk salah satu provinsi yang sedikit terkena dampak ekonomi global,” kata dia.

Ketua Kadin Lampung, Ary Meizari Alfian menambahkan, kopi Lampung memang telah membuktikan diri memiliki kualitas dan cita rasa khas, namun perlu lebih dikenalkan secara luas. Disamping itu, manajemen pemasaran kopi Lampung juga membutuhkan perhatian serius agar bisa bersaing di kancah nasional dan internasional.

“Ajang Lacofest ini sangat bagus untuk lebih mengenalkan kopi Lampung kepada masyarakat luas. Namun perlu didorong agar meminum kopi Lampung ini menjadi sebuah kebiasaan di kalangan masyarakat Lampung. Pemerintah juga perlu memikirkan langkah pengembangan kopi selanjutnya,” ujarnya.

Menurut Ary, cita rasa kopi Lampung perlu dijaga dengan memperbaiki pola tanam kopi dan membuat standarisasi kopi Lampung dari mulai proses penanaman hingga pasca panen. Standarisasi produk perlu dibuat agar kopi Lampung baik dari pengemasan hingga kualitas rasa punya kekhasan.

Kasi Statistik Niaga dan Jasa Badan Pusat Statistik Lampung Eko Purnomo, membenarkan tahun 2016 kondisi perekonomian global mengalami sedikit gangguan. Namun diakhir tahun 2016 ini ada kecendrungan tingkat ekspor kopi Lampung terus mengalami kenaikan.

“Awal-awal tahun memang hampir semua menurun karena pengaruh global ekonomi. Tetapi perlahan merangkak naik,” ujarnya.

 

Menurut Eko, event lacofest berpotensi meningkatkan nilai jual kopi di pasar lokal maupun ekspor. Namun yang terpenting bagaimana para petani bisa meningkatkan produksi dan kualitas kopi.(ZN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *