Lacofest 2016 Suguhkan Citarasa Kopi Lampung

Fajar Sumatera -Lampung Coffee Festival (Lacofest) 2016, di Mall Boemi Kedaton (MBK) Bandarlampung, pada 7-8 Desember mendatang, disambut baik oleh para pecinta, penikmat, dan para pemilik kedai kopi di Provinsi berlambang Siger ini.

Salah satunya Suhendra, Owner Kedai Kopi Falmbojan, di Rawa Laut, Bandarlampung. Menurutnya, acara Lacofest nantinya, bisa lebih mengenalkan citarasa kopi Lampung yang bermacam-macam.

Mahasiswa Strata 2 Universitas Lampung (Unila) ini mengatakan, dengan adanya Lacofest, para pengolah kopi mulai dari pasca panen hingga terseduh dalam gelas, bisa lebih memahami pengolahan kopi khususnya jenis robusta agar menjadi lebih baik. Pasalnya, Lampung merupakan salah satu produsen kopi robusta terbesar.

“Lampung ini lebih banyak robustanya tapi jenis kopi ini pun tidak semua menikmati. Mungkin kita produsen besar, tapi untuk spesialis fine robustanya kita harus pandai mencari petani yang konsisten. Ketika ada, kita harus kasih lebih kepada petani, agar robustanya berkembang,” kata Suhendra, di Kedai Kopi Flambojan, Senin (21/11).

Masih katanya, meskipun rata-rata penikmat kopi di Lampung pecinta atau penikmat robusta. Dirinya pun berharap, Lacofest nantinya bisa juga melirik ke jenis kopi arabica. Karena, rasa-rasa yang ada di robusta tidak ada di arabica. “Sangat disayangkan jika lampung tidak membangun dan mengembangkan arabica, karena harganya pun cukup bisa bersaing dikancah nasional hingga internasional,” paparnya.

Dengan adanya Lacofest di MBK Bandarlampung nantinya, pihaknya pun sangat berharap kedepan, Lampung bisa mengembangkan metode atau ciri khas seduh kopi sendiri. “Seperti di Jepang, mereka tidak memiliki perkebunan kopi tapi bisa menciptakan brand kopi Jepang. Dalam hal metode ini kita bisa cari bersama-sama,” tukasnya.

Ditanya apakah nantinya akan mengikuti perlombaan, Suhendra mengatakan, akan mengikuti lomba perang barista. “Belum saya follow up lagi. Tapi nanti kami akan membentuk tim di perang barista,” ucapnya.

Terkait hal itu, Lacofest 2016 nantinya, bisa lebih terbuka dan bisa mengeksplor dan terbuka lebih jauh lagi. “Terbuka maksudnya lebih terima ketika kopi itu di roasting dengan medium rose, agar mereka bisa merasakan pahitnya kopi bukan gosongnya kopi. Serta kita bisa punya metode seduh sendiri,” pungkasnya.(ZN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *